Sabtu, 05 Januari 2013

air botol

BOTTLE DRINKING WATER
MINERAL WATER


Air minum kemasan atau dengan istilah AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), merupakan air minum yang siap dikonsumsi secara langsung tanpa harus melalui proses pemanasan terlebih dahulu.
Air minum dalam kemasan merupakan air yang dikemas dalam berbagai bentuk wadah 19 ltr atau 5 galon , 1500 ml / 600 ml ( bottle), 240 ml /220 ml (cup).
Air kemasan diproses dalam beberapa tahap baik menggunakan proses pemurnian air (Reverse Osmosis / Tanpa Mineral) maupun proses biasa Water treatment processing (Mineral), dimana sumber air yang digunakan untuk Air kemasan mineral berasal dari mata air pengunungan, Untuk Air kemasan Non mineral biasanya dapat juga digunakan dengan sumber mata air tanah / mata air pengunungan.

Proses Air Minum Dalam Kemasan  (AMDK) harus melalui proses tahapan baik secara klinis maupun secara hukum ,secara higines klinis biasanya disahkan menurut peraturan pemerintah memalui Departemen Badan Balai Pengawasan Obat Dan Makanan ( Badan POM RI) baik dari segi kimia , fisika, microbiologi, dll. Tahapan secara hukum biasanya melalui proses pengukuhan merek dagang, hak paten, sertifikasi dan assosiasi yang mana keseluruhannya mengacu pada peraturan pemerintah melalui DEPERINDAG, Untuk SNI (Standar Nasional Indonesia), Merek Dagang dll. Untuk masalah air kemasan tentang Hak Cipta, Hak Paten Merek dll biasanya melalui instansi KEHAKIMAN untuk pengurusan paten merekjenis barang dll.

AMDK  harus memenuhi standar nasional (SNI dengan kode SNI No.01-3553-1996 tentang standar baku mutu air dalam kemasan, serta MD yang dikeluarkan oleh BPOM RI yang merupakan standar baku kimia, fisika, mikrobiologis. Serta banyak lagi persyaratan yang harus dipenuhi agar AMDK itu layak dikonsumsi dan aman bagi kesehatan manusia.

Adapun proses Pengolahan air untuk menjadikan air siap dikemas dan dipasarkan secara umum, ada beberapa proses yang harus dilalui antara lain :


  1. Proses Water Treatment System
  2. Proses Water Sterilisasi
  3. Proses Quality Control System
  4. Proses Pengemasan ( Gallon, Bottle, Cup, dll)
  5. Proses Pengepakan
  6. Proses Distribusi


Proses – proses diatas dapat dijelaskan dalam beberapa tahapan :

  1. Proses Water Treatment System

Proses Water Treatment System  atau proses pengolahan air yang merupakan air yang bersih higienis dan bebas dari segi fisika maupun kimia.

Dalam proses ini  (mineral Water) ada tahapan-tahapan yang harus diperhatikan antara lain:

  • Sumber air bahan baku
  • Proses Water treatment
  • Kapasitas produk yang diharapkan


-          Sumber air bahan baku

Sumber air sebagai bahan baku harus benar–benar yang berkualitas baik dari secara fisika maupun kimia serta kapasitasnya cukup atau berlebih sesuai dengan kapasitas output yang diharapkan.

-          Proses Water Treatment

Proses Water Treatment atau proses pengolahan air untuk umpan ke-ketahapan mesin selanjutnya harus memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi agar kondisi mesin selanjutnya tidak cepat rusak dan aus. Yang harus diperhatikan adalah ; kapasitas filter– filter pendukung , media yang digunakan, bahan tabung filter yang digunakan , perawatan yang dilakukan.



  1. Proses Water Sterilisasi

Proses sterilisasi harus dilakukan secara baik dan benar, agar kualitas air yang dihasilkan benar–benar steril dan dijamin tidak merugikan kesehatan.
Adapun proses ini dilakukan setelah proses perlakuan water treatment dengan menggunakan proses OZONISASI -------à proses pencampuran gas ozone kedalam air umpan yang telah diproses melalui water treatment system, yang mana ozone ini berfungsi sebagai / membunuh kuman, bactery serta virus–virus yang kemungkinan masih ada dalam air, serta sebagai pengawet yang food grade yang tidak ada efek samping terhadap tubuh manusia.
Proses Ultra Violet Sterilisasi yang bertujuan untuk mensterilkan air yang akan masuk ke proses selanjutnya yaitu proses kemasan.

  1. Proses Quality Control System

Proses quality control dilakukan secara bertahap dan continu agar air yang dikemas benar–benar stabil dan terjamin kualitasnya dari waktu kewaktu.
Setiap pengolahan AMDK  diharuskan mempunyai laboratorium kecil sendiri yang mana dapat mengontrol kualitas produksi setiap saat, serta dapat mengontrol kondisi mesin produksi apakan masih dalam kondisi prima atau tidak dan perlu dilakukan perbaikan dan perawatan mesin.


  1. Proses Pengemasan

Proses pengemasan dapat berupa kemasan gallon , bottle, atau cup yang mana proses ini diharuskan menggunakan mesin mesin yang automatic maupun semi- automatic agar kontak tangan maupun tubuh operator dihindari sekecil mungkin agar tidak terjadi kontaminasi dari tubuh operator tersebut ke dalam kemasan maupun air hasil.

  1. Proses Pengepakan

Proses Pengepakan dapat dilakukan secara manual maupun automatic yang terpenting disini pengemasan dilakukan dengan rapi dan bersih agar produk tersebut dapat dinikmati konsumen dengan tingkat kepuasan yang tinggi.
 
  1. Proses distribusi

Proses distribusi sebaiknya dilakukan 5 – 6 jam setelah proses pengemasan agar kondisi gas OZONE yang terkandung dalam air hasil menguap dan gas ozone tersebut kembali menjadi oxigent.
Baru setelah 5 – 6 jam lebih produk diperbolehkan dikonsumsi maupun diditribusikan.


SISTEM PENGOLAHAN AIR MINUM DENGAN PROSES MINERAL WATER

Sistem pengolahan air minum dengan sumber air bersih dengan skala atau standar air minum, memerlukan beberapa proses yang perlu diterapkan, adapun proses yang diperlukan tergantung dari kualitas air baku antara lain :


·         Proses penampungan air dalam bak penampungan air yang bertujuan sebagai tolak ukur dari debit air bersih yang dibutuhkan. Ukuran bak penampungan disesuaikan dengan kebutuhan (debit air) yang mana ukuran bak 2 kali dari kebutuhan

·         Proses oksidasi atau dengan kata lain penambahan oksigen kedalam air agar kadar-kadar logam berat serta zat kimiawi lainnya yang terkandung dalam air mudah terurai. Dalam proses ini ada beberapa perlakuan yang bisa dilakukan seperti dengan penambahan oksigen dengan sistem aerasi (dengan menggunakan alat aerator) dan juga dapat dilakukan dengan menggunakan katalisator bahan kimia untuk mempercepat proses terurainya kadar logam berat serta zat kimiawi lainnya (dengan menggunakan clorine, kaporite, kapur dll)

·         Proses pengendapan atau koagulasi, proses ini  bisa dilakukan dengan menggunakan bahan kimia seperti bahan koagulan (Hipoklorite/PAC dengan rumus kimia Al2O3), juga proses ini bisa dilakukan dengan menggunakan teknik lamela plate

·         Proses ozonisasi dilakukan diawal proses bertujuan untuk mengurangi  bacteri , virus, amuba, serta patogen yang merugikan, serta proses ini juga dapat menghilangkan kadar-kadar isektisida dalam air yang mana apabila air terkontaminasi dengan insekisida dan proses ozonisasi berguna juga sebagai remove iron, manganese.

·         Proses filtrasi, proses ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran-kotoran air yang masih terkandung dalam air. Biasanya proses ini menggunakan bahan sand filter yang disesuaikan dengan kebutuhan baik debit maupun kualitas air dengan media filter (silica sand/quarsa, zeolite, dll)

·         Proses filtrasi (carbon actived), proses ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air agar air yang dihasilkan tidak mengandung bakteri (sterile)dan rasa serta aroma air

·         Proses Nano filtrasi system , proses ini merupakan proses utama ( Untuk technologi baru dalam proses water treatment system) dengan hasil qualitas jauh lebih baik dari air mineral. Proses ini melalui alat yang disebut Holo Membrane semipermiable, membrane ini mempunyai lubang air 1/1000 micron dimana air yang melewati lubang tersebut sudah merupakan air bebas polutan meniral terlarut bactery,  virus  dan logam-logam berat lainnya.


·         Proses terakhir, adalah proses pembunuhan bakteri, virus, jamur, makroba dan bakteri lainnya yang tujuannya air itu tidak perlu dimasak kembali, proses ini menggunakan proses ultra violet atau dengan kata lain sterilisasi dengan menggunakan penyinaran ultra violet serta dengan ozonisasi.

TAHAPAN TAHAPAN PROSES PRODUKSI AIR MINUM  DENGAN SYSTEM  MAKRO FILTRASI, MICRO FILTRASI & NANO FILTRASI

 

 

A.WATER TREATMENT SYSTEM


Tahapan ini ada beberapa proses antara lain :

  1. Proses penghilangan / pengikatan Lumpur / polutan tidak terlarut
  2. Proses penghilangan / pengikatan logam – logam berat
  3. Proses penghilangan / pengikatan zat organic & anorganik
  4. Proses penghilangan zat kapur / kesadahan dan magnesium
  5. Proses Ultra filtrasi


1.      PROSES SAND FILTER

AIR AMIDIS

Tubuh Manusia dan Air
Dua pertiga bagian atau 70% tubuh kita terdiri dari air, dimana cairan ini mengisi 60.000 mil urat nadi dan arteri dalam tubuh kita. Cairan ini memberikan zat pelumas pada sendi-sendi dan jaringan lunak kita, serta mengisi semua sel dan lubang kecil dalam tubuh kita.
Dikarenakan 70% persen tubuh kita terdiri dari air, maka kita pun harus mengkonsumsi air yang bersih pula agar seluruh organ tubuh dapat berfungsi dengan sempurna.
Apakah Air Minum Distilasi “AMIDIS”
AMIDIS adalah air minum kesehatan yang diproses melalui sistem distilasi atau penyulingan atau penguapan,melalui proses pemanasan hingga 180 derajat celcius sehingga menghasilkan air minum yang murni (NON-MINERAL) tanpa kandungan polutan, mineral anorganik maupun bahan kontaminasi lain seperti bahan kimia maupun bahan pestisida.
Perbedaan Mineral Organik dan Anorganik
Beberapa pendapat menyatakan bahwa tubuh manusia membutuhkan mineral. Benar, tetapi macam mineral apakah yang diperlukan oleh tubuh manusia? Jawabannya adalah Mineral Organik.
Mineral Organik adalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi tubuh kita, yang dapat kita peroleh melalui makanan yang kita konsumsi setiap hari seperti nasi, ayam, ikan, telur, sayur-sayuran serta buah-buahan, atau vitamin tambahan. Sedangkan sebaliknya, Mineral Anorganik adalah mineral yang tidak dibutuhkan serta tidak berguna bagi tubuh kita.
Air, yang bersumber dari dalam tanah mengandung mineral Anorganik yang tidak berguna dan sulit untuk dicerna bagi tubuh manusia.
Bahaya yang ditimbulkan oleh mineral Anorganik
Mineral Anorganik yang terkandung di dalam air antara lain mengandung unsur seperti Timbal Hitam (Pb), Iron Oxide (Besi Teroksidasi), Mercuri, Arsenik, Magnesium, Aluminium atau bahan-bahan kimia hasil dari resapan tanah dan lain sebagainya. Seperti kita ketahui bahwa setiap masing-masing unsur tersebut mempunyai berat jenis atau bahan kimiawi, yang bilamana terkonsumsi akan dapat menumpuk pada tubuh manusia, sehingga lama kelamaan akan dapat merusak tubuh kita terutama pada bagian ginjal dan hati, dimana kedua organ tubuh tersebut berfungsi sebagai filter bagi tubuh.
Penumpukan dan endapan yang disebabkan oleh mineral Anorganik tersebut dapat menyebabkan antara lain batu ginjal, batu empedu, pengerasan arteri, diabetes. Endapan tersebut dalam pula terjadi pada persendian sehingga dapat menyebabkan arthritis.
Perbedaan Air Minum Distilasi “AMIDIS” dengan Air Minum BUKAN Distilasi
Air Minum Distilasi “AMIDIS” mempunyai Total Dissolved Solid (TDS) = 0 ppm (part per million), yang artinya di dalam air tersebut tidak mengandung unsur maupun polutan apapun juga, PURE WATER (H2O).
Sebaliknya pada air minum BUKAN distilasi atau biasa disebutkan dengan springwater akan mempunyai range Total Dissolved Solid (TDS) antara 50 – 150 ppm, yang artinya pada setiap milliliter air tersebut terdapat 50 – 150 macam polutan dan/ mineral anorganik dan/ bahan terkontaminasi lainnya yang tidak diketahui yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia bilamana dikonsumsi untuk jangka waktu lama.
Benefit “AMIDIS”
  1. Dengan TDS = 0, AMIDIS dapat menjadi proses detoksifikasi (pembuangan zat racun) alami dari dalam tubuh.
  2. Menghindarkan tubuh dari penyakit batu ginjal, batu empedu, arthiritis, pengerasan arteri, diabetes dan lain sebagainya, seperti membuat kulit menjadi lebih halus, lembut dan tidak mudah berkeriput, karena pori-pori kulit dapat bekerja optimal dalam proses pengeluran keringat dari dalam tubuh,
  3. Air Minum Distilasi “AMIDIS” disarankan untuk dikonsumsi bagi orang yang mengalami kelainan ginjal dan gagal ginjal (cuci darah).
  4. Membantu bagi orang yang mengalami ganggungan pembuangan air seni.
  5. Membantu menurunkan hipertensi karena AMIDIS tidak mengandung Sodium. Dengan melalukan therapy air minum dapat membantu mengeluarkan kadar garam yang berlebihan dari dalam tubuh.
  6.  Menurut penelitian bahwa salah satu faktor penyebab Autisme adalah berlebihnya kadar mineral logam atau mineral anorganik di dalam tubuh. Dengan mengkonsumsi AMIDIS tidak akan menambah kadar tersebut di dalam tubuh.
  7. AMIDIS merupakan salah satu pendukung program diet, dan membantu dalam proses pembentukan tubuh, karena AMIDIS tidak mengandung Sodium yang akan mengikat air didalam tubuh.
  8. Baik sekali digunakan bagi para olahragawan, karena melancarkan proses pengeluaran keringat dari dalam tubuh.
  9. Baik dikonsumsi bagi segala usia.
  10. Dengan harga terjangkau, AMIDIS memberikan kualitas air minum yang baik, bersih dan murni bagi tubuh.
Proses Produksi Air Minum Distilasi “AMIDIS”
Air Minum Distilasi “AMIDIS” tidak hanya dilakukan melalui proses penyaringan yang biasa dilakukan oleh BUKAN air minum distilasi, melainkan melalui proses Pengupan (Evaporated), dimana air yang telah melalui proses penyaringan dengan menggunakan system RO (Reverse Osmosis) tersebut dipanaskan hingga mencapai suhu 180° Celcius, yang membuat seluruh mineral Anorganik, bahan kimia, dan bahan kontaminasi lainnya akan tertinggal, yang kemudian dilanjutkan dengan proses Pengembunan (Condensed) dan Sterilisasi dengan menggunakan system Ozonizasi dan Ultraviolet, yang mana pada akhirnya akan menghasilkan Air Minum yang 100% Murni tanpa Polutan (PURE WATER H20)
MD Referensi
  • “Tubuh kita memerlukan mineral dari makanan yang kita makan dan bukan dari air yang kita minum” (Dr.Cliford Denison)
  • “Air yang mengandung mineral anorganik adalah penyebab utama berbagai penyakit” (Dr. Charles Mayo)
  • “Mineral anorganik yang terlarut dalam air, seperti Fosfat, Kalsium Karbonat dan lain-lain, akan tertimbun dalam jaringan tubuh, yang akhirnya akan menyebabkan kerusakan pada jaringan-jaringan tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian…” (Dr. N.W.Walker, “ Water Can Undermine Your Health”, 1996 Norwalk Press, USA)
  • “Kerusakan terbesar pada organ-organ tubuh disebabkan oleh mineral anorganik yang bercampur dengan lemak dan garam di dalam darah. Campuran ini dapat menyumbat pembuluh darah ke organ-organ tersebut, sehingga menghambat aliran darah dan merusak fungsi organ tersebut” (Paul C.N.D. Phd., “The Shocking Truth About Water”)
  • “Mengkonsumsi air distilasi (Non mineral) tidak berpengaruh buruk terhadap kesehatan, melainkan sebaliknya bermanfaat ganda, karena tidak menambah mineral anorganik yang sudah lama tertimbun dalam jaringan tubuh, dan membantu membersihkan mineral anorganik yang terdapat didalam tubuh” (Dr. Allen E. Bani,”Your Water and Your Health”, Keats Publishing, Inc., 1990, Connecticut, USA)

Apakah Amidis Itu?

Air minum distilasi AMIDIS adalah hasil kombinasi proses melalui sistem penyaringan secara RO (Reverse Osmosis), Penguapan (pemanasan air sampai mencapai suhu
180° C, yang membuat seluruh mineral anorganik, bahan kimia, dan bahan terkontaminasi lainnya akan tertinggal), Pengembunan (kondensasi), yang kemudian disterilisasikan dengan Ozonisasi dan Ultraviolet.

Mengapa Amidis?

  • Meringankan kerja ginjal, terutama untuk orang yang mengalami gagal ginjal.
  • Membantu menurunkan hipertensi, karena air murni tidak mengandung sodium.
  • Menjaga agar kulit tetap halus, lembut, tidak mudah keriput, sebab tubuh kita tidak mengandung air yang berpolutan/mengandung bahan pencemar, sehingga pori-pori kulit dapat berfungsi dengan baik.
  • Dengan TDS = 0 PPM dapat mengoptimalkan proses detoksifikasi (pembuangan zat racun) dari dalam tubuh.
  • Membantu transportasi zat-zat untuk melewati sel membran serta mendistribusikannya melalui peredaran darah ke seluruh tubuh.
  • Merupakan salah satu pendukung program diet.
  • Membuat makanan dan minuman terasa lebih nikmat.
  • Minuman yang tepat bagi seluruh keluarga.